Dasar Sistem Komputer

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Piranti Masukan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pengantar Teknologi Informasi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Peranti Keluaran (OUTPUT)

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Process Device

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Perkembangan Jaringan Seluler 3G

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 Desember 2014

SISTEM INFORMASI





Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang


Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.
            Sistem informasi berbasis komputer kini menjadi suatu hal yang primer bagi kebutuhan pemenuhan kebutuhan informasi. Banyak bidang yang telah memanfaatkan sistem informasi berbasis komputer sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari kalangan pebisnis sampai dari kalangan akademi memanfaatkan komputer sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan.
            Setiap sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut di desain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem informasi mempunyai masalah adalah waktu (overtime), lingkungan yang berubah, serta perubahan prosedur oprasional. Dalam melakukan langkah mengantisipasi dan mengurangi serta menangani permasalahan-permasalahan mengenai sistem informasi, ada baiknya kita mengenal kembali tentang konsep-konsep dasar dalam sistem informasi. Oleh karena itulah, kami berusaha memaparkan dalam makalah ini tentang konsep-konsep dasar sistem informasi. 


A.    Informasi dan Sistem Informasi
a.      Informasi
Raymond McLeod (1995) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya.  Alat pengolah informasi dapat meliputi elemen komputer, elemen non komputer, atau kombinasinya.
Sumber informasi adalah data.  Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.  Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.  Informasi diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah.  Menurut John Burch dan Gary Grudnitski, agar informasi dihasilkan lebih berharga, maka harus memenuhi kriteria berikut :
1.      Informasi harus akurat, sehingga mendukung pihak manajemen dalam mengambil keputusan.
2.      Informasi harus relevan, benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan.
3.      Informasi harus tepat waktu, sehingga tidak ada keterlambatan pada saat dibutuhkan.
Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.  Informasi yang digunakan dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.  Informasi digunakan tidak hanya oleh satu orang pihak dalam organisasi.  Nilai sebuah organisasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya.  Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.
b.      Sistem Informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.

                       

 

 

 

 

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MENURUT BEBERAPA AHLI

Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas 
Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.


B.     Level Manajemen dan Arus Informasi
Di dalam organisasi tradisional, umunya terdapat empat kelompok, yaitu manajemen lini atas, manajemen lini tengah, manajemen lini bawah, dan pegawai non-manajemen.  Keempat kelompok tersebut sering digambarkan dalam bentuk piramida sebagaimana diperlihatakan pada gambar 1.1.
Gambar 1.1 Level manajemen dalam organisasi

a.      Manajemen Lini Atas
Manajemen lini atas atau sering disebut manajemen strategis adalah manajemen pada level paling atas yang menangani keputusan-keputusan strategis.  Keputusan strategis adalah keputusan yang sangat kompleks dan jarang sekali menggunakan prosedur yang digunakan.  Di dalam organisasi besar, direktur utama, direktur pemasaran, direktur keuangan dan akuntansi, dan direktur produksi termasuk dalam katagori manajemen lini atas.


b.      Manajemen Lini Tengah
Manajemen lini tengah atau sering disebut manajemen taksis adalah manajemen yang bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan taksis, yaitu keputusan-keputusan yang mengimplementasikan sasaran-sasaran strategis suatu organisasi.  Termasuk dalam organisasi ini adalah manajemen pabrik, manajemen operasi, dan manajemen akuntansi.
c.       Manajemen Lini Bawah dan Pegawai non-manajemen
Manajemen lini bawah adalah manajemen yang bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan operasional dalam suatu organisasi.  Fokus utama manajemen ini adalah mengawasi para pegawai non-manajemen, memantau kegiatan sehari-hari, dan melakukan tindakan koreksi jika sewaktu-watu dibutuhkan.  Yang termasuk manajemen lini bawah adalah penyelia (supervisor), kepala proyek, dan kepala bagian.  Sedangkan yang termasuk pegawai non-manajemen adalah semua pegawai yang tidak termasuk dalam manajemen.
Di dalam organisasi, arus informasi dalam perusahaan mengalir secara vertikal dan horizontal.  Arus informasi vertikal dibedakan menjadi arus vertikal ke atas dan arus vertikal ke bawah.  Arus informasi vertikal ke bawah berupa strategi, sasaran, dan pengarahan.  Arus informasi ke atas berupa ringkasan kinerja organisasi.



C.    Jenis Keputusan
Jenis keputusan dibagi menjadi tiga jenis :
1.      Keputusan terstruktur (structured decision) adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang, bersifat rutin, dan prosedur pengambilan keputusan sangat jelas.  Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen lini bawah.  Contoh keputusan terstruktur adalah pemesanan barang.
2.      Keputusan semiterstruktur (semistructured decision) adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap haru dilakukan oleh pengambil keputusan.  Contoh keputusan semiterstruktur adalah pengevaluasian kredit.
3.      Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision) adalah keputusan yang penanganannya rumit, karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi.  Keputusan ini umumnya terjadi pada menejemen lini atas.  Contoh keputusan yang tidak terstruktur adalah pengembangan teknologi baru.
D.    Jenis Sistem Informasi
Sistem informasi dapat dibedakan menurut dukungan terhadap berbagai level manajemen maupun area fungsional (departemen).  Menuru dukungan terhadap berbagai level manajemen, terdapat jenis sistem informasi yang dinamakan TPS (Transaction Processing System), MIS (Management Information System), DSS (Decision Suppot System), EIS (Executive Information System), OAS (Office Automation System), GSS (Group Support System), dan ISS (Intellegent Support System). 
Sistem
Fungsi
Pemakai
TPS
Menghimpun dan menyimpan informasi transaksi
Orang yang memproses transaksi
MIS
Mengonversi data yang berasal dari TPS menjadi informasi yang berguna dan memantau kinerja organisasi.
Semua level manajemen
DSS
Membantu pengambil keputusan dengan menyediakan informasi, model, atau perangkat untuk menganalisa informasi. 
Terutama manajemen lini tengah
EIS
Menyediakan informasi yang mudah diakses dan bersifat eksekutif dan kemampuan drill-down untuk melihat data yang lebih detil.
Umumnya untuk manajemen lini atas.
ISS
Sistem cerdas yang digunakan untuk membantu pemecahan masalah.
Orang yang hendak memecahkan masalah yang memerlukan kepakaran.
OAS
Sistem yang menyediakan fasilitas untuk memproses dokumen atau bertukar pesan sehingga oekerjaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
Staf maupun manajer.
GSS
Jenis sistem informasi yang digunakna untuk mendukung sejumlah orang yang bekerja dalam suatu kelompok.
Anggota tim kerja atau para manajer.

Sedangkan menurut area fungsional dalam perusahaan terdapat sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran, dan sistem informasi sumber daya manusia.
Sistem Informasi
Keterangan
Sistem informasi akuntansi
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh akuntansi (departemen atau bagian akuntansi).  Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.
Sistem informasi keuangan
Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan (departemen/bagian keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaaan.
Sistem informasi manufaktur (disebut juga SI Produksi atau SI Operasi)
Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan (baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian) dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Sistem informasi pemasaran
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran.
Sistem informasi SDM
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia.

Sistem-sistem seperti diatas dikenal sebagai sistem informasi fungsional.



Dalam praktik, sistem informasi yang disediakan dalam organisasi umumnya merupakan gabungan dari beberapa sistem informasi yang ditujukan untuk beberapa level pemakai.  Sistem seperti ini dinamakan sistem informasi hibrida atau terkadang dinamakan sistem informasi terintegrasi vertikal.  Contohnya integrasi antara sistem TPS, MIS, dan EIS.  Pada contoh ini, MIS mengambil data dari TPS, sedangkan EIS mengambil data dari TPS dan MIS.
E.     Sistem Antar Organisasi
Sistem antarorganisasi adalah sistem yang mengotomatiskan arus informasi antarorganisasi untuk mendukung perencanaan, perancangan, pengembangan, produksi, dan pengiriman produk dan jasa.  Implementasi sistem organisasi terkadang melibatkan anatara penjual dan pembeli, membentuk sistem yang disebut dengan CIS (Customer Integrated System).  CIS adalah sistem yang memungkinkan pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan sistem informasi milik suatu perusahaan.  Contoh yang paling umum adalah sistem ATM.  Dalam hal ini, pengguna dapat menentukan sendiri jumlah uang yang akan diambil.
F.     Unit Layanan Sistem Informasi
Organisasi yang mempunyai sistem informasi pada umunya mempunyai  wadah atau bagian dengan nama EDP (Electronic Data Processing) atau PDE (Pengolahan Data Elektronis), MIS (Management Information System), teknologi informasi, ataupun nama yang semacam itu.  Akan tetapi, tentu saja sistem organisasi sistem informasi sangat bervariasi; bergantung pada kompleksitas pekerjaan yang ditangani.  Gambar 1.2 menunjukkan contoh struktur organisasi sistem informasi yang terpusat, sedangkan gambar 1.3 memperlihatkan contoh struktur organisasi sistem informasi yang tersebar.
                        Gambar 1.2 Struktur organisasi sistem informasi terpusat
Gambar 1.3 Struktur organisasi sistem informasi yang tersebar.



Di dalam organisasi yang mempunyai staff penunjang sitem informasi, semua pegawai yang berada di bawah bagian sistem informasi biasa disebut prefesional sistem informasi (profesional teknologi informasi) atau spesialis sistem informasi (spesialis teknologi informasi.  Adapun staff di luar bagian sistem informasi, yang menggunakan sistem, biasa disebut pemakai akhir (end-user).  Dalam praktik, tidak semua perusahaan memiliki semua personil seperti itu.  Kadangkala, seseorang merangkap beberapa pekerjaan sekaligus.  Hal seperti ini biasa dijumpai pada perusahaan-perusahaan berskala kecil di Indonesia.
G.    Pengembangan Sistem Informasi
Ada banyak cara dalam mengembangkan sistem informasi, seperti insourcing, prototyping, pemakaian paket perangkat lunak, selfsourcing, dan outsourcing.
a.       Insourcing
Pada masa sekarang masih banyak perusahaan yang mengadakan sistem informasi dengan car melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah insourcing.  Pengembangan ini dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP (Electronic Data Processing), IT (Information Technology), atau IS (Information System).
Pengembangan sistem pada umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (System Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistem.  Dengan menggunakan SLDC ini, organisasi akan mengikuti enam langkah penting yang mencakup tahapan sebagai berikut :
1.      Perencanaan, yaitu membentuk rencana pengembangan sistem informasi yang memenuhi rencana strategis dalam organisasi.
2.      Penentuan ruang lingkup, yaitu penentuan lingkup sistem yang diusulkan untuk dibangun.
3.      Analisis, yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diusulkan.
4.      Desain, yaitu merancang sistem yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperoleh pda tahapan analisis.
5.      Implementasi, yaitu membua sisem dan menyiapkan infrastruktur untuk sistem.
6.      Pemeliharaan, yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.
b.      Prototyping
Prototyping merupakan suatu pendekatan yang membuat suatu model yang memperlihatkan fitur-fitur suatu produ, layanan, atau sistem usulan.  Modelnya dikenal dengan sebutan protoype.  Langkah dalam prototyping adalah :
1.      Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dasar pemakai.
2.      Mengembangkan sebuah prototype.
3.      Menggunakan prototype.
4.      Memperbaiki adan meningkatkan prototype.
c.       Pemakaian Paket Perangkat Lunak.
Pada praktiknya, sebuah paket perangkat lunak seringkali belum sesuai dengan semua kebutuhan perusahaan.  Namun, adakalanya kemampuan yang ditawarkan sebuah paket perangkat lunak jauh melebihi dari kebtuhan.  Oleh karena itu, diperlukan pula tindakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara kemampuan yang ditawarkan paket perangkat lunak dengan kebutuhan perusahaan.  Umumnya, paket perangkat lunak dijual dalam bentuk modul-modul secara tepisah; misalnya berupa modul Account Payable, Accounts Receiveable, Payroll, dan General Ledger.  Pada keadaan seperti ini, tentu saja modul-modul yang sekiranya belum diperlukan bisa tidak dibeli.  Dalam hal ini, ada tiga alternatif yang biasa dilakukan setelah ditemukannya perbedaan-perbedaan :
1.      Memodifikasi paket perangakat lunak disesuaikan dengan kebutuhan.
2.      Mengubah prosedur dalam perusahaan agar diseusaikan dengan prosedur yang diterapkan pada paket perangkat lunak. 
3.      Menggunakan paket perangkat lunak tersebut tanpa melakukan perubahan apapun.
d.      Selfsourcing
Alternatif lain dalam mengembangkan sistem yakni berupa selfsourcing, yang berarti suatu model pengembangan dan dukungan sistem teknologi informasi yang dilakukan oleh para pekerj adi suatu area fungsional dalam organisasi dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem informasi atau tanpa bantuan sama sekali.  Model ini biasa dikenal dengan istilah end-user computting atau user application development.
e.       Outsourcing
Outsourcing adalah pendelegasian terhadap suatu pekerjaan dalam sebuah organisasi ke pihak lain dengan jangka waktu tertentu, biaya tertentu, dan layanan tertentu.  Bentuk outsourcing yang umum dilakukan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah bidang layanan kebersihan ruangan.  Dalam bidang teknologi informasi, beberapa bank di Indonesia telah menerapkan outsourcing.  Dalam hal ini, pengembangan sistem dilakukan oleh perusahaan luar.  Pada praktiknya, outsourcingsistem informasi terkadang tidak hanya dalam hal pengembangan sistem, melainkan juga pada pengoprasiannya.
Secara prinsip, ada lima alasan yang mendasari pemilihan outsourcing :
1.      Menghemat uang; memperoleh Return On Investment (ROI) yang lebih besar.
2.      Fokus pada kompetensi utama. 
3.      Mencapai tingkat kepegawaian yang fleksibel.
4.      Mendapatakan akses ke sumber daya global.
5.      Memperpendek waktu untuk masuk ke pasar.

A.    Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah :
1.      Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya, sedangkan sistem informasi adalah
2.      Level manajemen dan  arus informasi dibagi menjadi empat kelompok :
a.       Manajemen lini atas
b.      Manajemen lini tengah
c.       Manajemen lini bawah
d.      Pegawai non-manajemen
3.      Jenis keputusan yang dirancang untuk sistem indormasi dibagi menjadi tiga :
a.       Keputusan terstruktur (structured decision)
b.      Keputusan semiterstruktur (semistructures decision)
c.       Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision)
4.      Jenis sistem informasi terbagi menjadi dua bagian :
a.       Menurut dukungan terhadap level manajemen yang terdiri dari :
-          Transaction Processing System
-          Management Information System
-          Decision Support System
-          Executive Information System
-          Office Automatioin System
-          Group Support System/Workgroup Support System
b.      Menurut area fungsional dalam perusahaan yang terdiri dari:
-          SI Akuntansi
-          SI Keuangan
-          SI Manufaktur
-          SI Pemasaran
-          SI Sumber daya Manusia
5.      Sistem antarorganisasi adalah sistem yang mengotomatiskan arus informasi antarorganisasi untuk mendukung perencanaan, perancangan, pengembangan, produksi, dan pengiriman produk dan jasa.
6.      Ada banyak cara dalam mengembangkan sistem informasi, seperti insourcing,prototyping, pemakaian paket perangkat lunak, selfsourcing, dan outsourcing dan masing-masing cara mempunyai kelebihan serta kelemahan tersendiri

BASIS DATA (DATABASE)



Database adalah Kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Saat ini perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan sangat pesat. Berbagai kemudahan memperoleh informasi dari penjuru dunia dapat kita nikmati dalam hitungan detik. Pada saat " Zaman Batu " teknologi informasi dan komunikasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin, kini menjadi kenyataan. Dengan teknologi yang luas ini kita harus dapat memanfaatkannya. Komputer merupakan alat modern yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari mengerjakan pekerjaan kantor multimedia, bahkan hiburan. Perkembangan komputer semakin berkembang dan masih akan terus berkembang tanpa batas. Kita sebagai manusia mau atau tidak  harus mengikuti perkembangan kemajuan teknologi khususnya bidang komputerisasi agar tidak termakan oleh alat yang kita buat sendiri.

  Basis data( database ) memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat dengan data yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data. Sebagai contoh, mekanisme pengambilan uang pada atm (anjungan tunai mandiri). Sesungguhnya didasarkan pada pengambilan keputusan yang didasarkan pada basis data.

Sejarah Database
            Menurut sejarah, system pemrosesan basis data terbentuk setelah masa sistem pemrosesan manual dan sistem pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual ( berbasis kertas ) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas.
 Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. Sistem pemrosesan berkas merupakan sistem komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Perancangan sistem ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna, bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data tersendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.
2.2 Pengertian Database
Kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Terdapat dua jenis bahasa komputer yang digunakan saat kita ingin membangun dan memanipulasi sebuah basis data, yaitu:
1.     Data Definition Language (DDL)
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.
jadi gampangnya DDL digunakan ketika kita ingin membuat, mengubah, dan menghapus object pada database. oleh karena itu DDL lebih berhubungan pada object bukan pada isi atau data. kata-kata yang akan sering kita jumpai dalam DDL antara lain : Create, Use, Alter, dan Drop.
CREATE statements
Create – To make a new database, table, index, or stored query. A CREATE statement in SQL creates an object inside of a relational database management system (RDBMS). The types of objects that can be created depends on which RDBMS is being used, but most support the creation of tables, indexes, users, synonyms and databases. Some systems (such as PostgreSQL) allow CREATE, and other DDL commands, inside of a transaction and thus they may be rolled back.
CREATE TABLE
CREATE [TEMPORARY] TABLE [table name] ( [column definitions] ) [table parameters].
For example, the command to create a table named mytable with a few sample columns would be:
CREATE TABLE saveMovie (
id int not null auto_increment,
name varchar(30) not null unique,
object1 varchar(60),
object2 varchar(60),
object3 varchar(60),
comment text,
primary key (id));


DROP TABLE
Drop – To destroy an existing database, table, index, or view.
For example, the command to drop a table named mytable would be:
DROP TABLE mytable;

ALTER statements
Alter – To modify an existing database object.
The typical usage is ALTER objecttype objectname parameters. For example, the command to add (then remove) a column named bubbles for an existing table named sink would be:
ALTER TABLE sink ADD bubbles INTEGER;
ALTER TABLE sink DROP COLUMN bubbles;
Referential integrity statements
Finally, other kind of DDL sentence in SQL are the statements to define referential integrity relationships, usually implemented as primary key and foreign key tags in some columns of the tables.
These two statements can be included inside a CREATE TABLE or an ALTER TABLE sentence.
Untuk membuat banyak tabel beserta relasinya dalam suatu system kita dapat menggunakan modeling tools yaitu PowerDesigner. Setelah kita membuat modelnya(CDM) kita dapat men-generate-nya menjadi PDM dan kemudian kita generate lagi untuk mengdapatkan SQL statementnya. SQL statement tersebut kita implemetasikan pada data base melalui sql tools. Seperti sqlplus, raptor, Toad, dll.
2.     Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) merupakan bahasa basis data yang berguna untuk melakukan modifikasi dan pengambilan data pada suatu basis data.
Modifikasi data terdiri dari: penambahan (insert), pembaruan (update) dan penghapusan (delete).
Penambahan data (Insert) pada sebuah tabel:
Syntax:
INSERT INTO <namaTabel> [(field1, field2, … fieldn)] VALUES  <ListValues>
<ListValues> bisa berbentuk nilai tunggal atau berbentuk SQL query. Syarat dari <ListValues>, jumlah, urutan dan jenis datanya harus sama.
Pembaruan data (Update) pada sebuah tabel:
Syntax:
UPDATE <NamaTabel> SET <field1>=<nilai1[,<field2>=<nilai2>, … <fieldn>=<nilain>]
Penghapusan data (delete) pada sebuah tabel:
Syntax:
DELETE FROM <NamaTabel> [WHERE <kondisi>]
[Where <kondisi>] sama seperti where yang dipelajari pada SQL.

DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Berdasarkan orientasi pemakainya, kita dapat mengelompokkan DBMS dalam 2 katagori, yaitu:
I.       DBMS yang berorientasi untuk satu atau sedikit pemakai
MS-Access, dBase/Clipper, FoxBase, Borland-Paradox merupakan contoh-contoh DBMS yang lebih diorientasikan untuk satu pemakai dan karena itu dapat dengan mudah dipasang di komputer pribadi (Personal Computer/PC). Pada DBMS kelompok pertama ini pengembangannya terjadi pada aspek-aspek:
1. Jika awalnya, struktur tabel hanya mencakup pendefinisian nama field, tipe dan ukurannya, DBMS yang lebih baru juga memasukkan feature boleh tidaknya field dikosongkan, nilai awal (default), deksripsi field dan bentuk validasi (pendefinisian domain nilai) sebagai bagian dari struktur tabel.
2. Tipe data yang dapat ditangani oleh DBMS terbaru sudah semakin banyak, seperti untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data teks yang panjang, teks berformat, gambar, data OLE, uang dan data autoincrement (yang nilainya bertambah otomatis)
3. Bersama dengan komponen utamanya, DBMS kelompok ini juga seringkali dilengkapi dengan berbagai fasilitas tambahan untuk mempermudah pemakai dalam menggunakan DBMS seperti untuk pembuatan query, pembuatan laporan, pembuatan screen untuk berinteraksi dengan data, bahkan hingga pembuatan (men-generate) perinta makro basis data secara otomatis melalui pendifinisian menu dan tampilan layar.
4. DBMS kelompok ini, karena memang lebih diorientasikan untuk pemakai tunggal, juga sering dimanfaatkan sebagai media pembangun aplikasi basis data, sehingga DBMS dan aplikasi basis data jadi menyatu bahkan aplikasi basis data jadi penyatu bahkan aplikasi basis data sendiri dianggap seabgai objek basis data sebagaimana tabel-tabel data yang kita gunakan untuk menyimpan data.
Karena orientasi pemakai seperti itu, maka DBMS-DBMS kelompok ini, lemah dalam sejumlah aspek yang justru harus sangat diperhatikan pada kelompok DBMS yang kedua, seperti yang berkaitan dengan masalah pengamanan basis data, pemeliharaan basis data, mengendalikan persaingan pemakaian basis data dan lain-lain.
II. DBMS yang berorientasi untuk banyak pemakai
Oracle, Borland-Interface, MS-SQL Server, CA-OpenIngres, Sybase, Infomix, IBM-DB2 merupakan contoh-contoh DBMS yang lebih diorientasikan untuk banyak pemakai dan karena itu lebih ditunjukkan untuk pemakaian pada sistem jaringan komputer (LAN ataupun WAN). Tidak sebagaimana kelompok pertama, DBMS pada kelompok ini sangat tegas memisahkan fungsi pengelolaan basis data dan fungsi pembangunan aplikasi. Jika pada kelompok pertama, objek-objek yang dihasilkan oleh DBMS kelompok kedua bersifat sebaliknya. Transparansi hanya berlaku bagi DBMS yang bersangkutan, sehingga pemanfaatan objek-objek basis datanya hanya mungkin dilakukan dengan lebih dahulu mengaktifkan DBMS tersebut. Fungsi-fungsi pendukung (ultilitas) yang umumnya disatukan pada DBMS kelompok pertama, disediakan terpisah pada DBMS kelompok kedua ini, bukan saja karena fungsi-fungsi pendukung tersebut tidak relevan untuk selalu diaktifkan, tetapi juga karena fungsi pengelolaan yang ditangani DBMS kkelompok ini memang sudah sedemikian banyak dan jauh lebih penting. Pada seri-seri terbaru dari DBMS kelompok kedua ini, seperti juga d kelompok pertama, perluasan definisi struktur data dan pengkayaan tipe-tipe data baru juga diakomodasi. Perbedaan yang sangat mencolok di antara kedua kelompok DBMS terdapat pada lingkup fungsi pengelolaan basis data. Selain memiliki fungsi-fungsi standar (yang juga dimiliki oleh DBMS kelompok pertama) seperti pembentukan objek-objek basis data (tabel dan indeks), manipulasi data (penambahan, pengubahan, penghapusan data) dan pencarian data (query), fungsi pengelolaan DBMS kelompok kedua ini juga menangani aspek-aspek:
1. Pengaman objek basis data terhadap akses pemakai yang tidak berhak (aspek security) dan bentuk-bentuk operasi yang tidak diperbolehkan (aspek integrity)
2. Penanganan pemulihan data akibat kegagalan operasi basis data (aspek recovery), baik yang disebabkan oleh operasi-operasi basis data yang salah atau menimbulkan konflik, maupun yang disebabkan oleh fakor-faktor eksternal seperti mesin yang macet (crash), disk yang rusak atau terputusnya koneksi jaringan.
3. Pembuatan data cadangan (aspek backup) yang dapat dilakukan secara incidental maupun periodic yang dapat dilakukan secara statis (dengan menonaktifkan pemakaian basis data) ataupun secara dinamis (tanpa menghalangi pemakaian basis data oleh para pemakai)
4. Pengendalian persaingan pemakaian objek-objek basis data oleh banyak pemakai pada saat yang sama (aspek concurrency control) demi terjaminnya konsistensi data dan optimalisasi pemakaian setiap sumber daya mesin.
5. Optimalisasi pengerjaan query (aspek query processing) yang diberikan oleh aplikasi pada server DBMS demi peningkatan performansi/ kecepatan pengerjaannya.
Optimalisasi pemanfaatan sumber daya (aspek parallel processing/database) dengan memperhatikan optimalisasi pemakaian sumber daya mesin seperti processor, disk dan memori utama jika tersedia lebih dari satu dalam sebuah mesin.
Banyak program basis data yang sudah di gunakan, misalnya : Ms Access, My SQL, Oracle, SQL Server, Postgre, Fire Bird, Paradok, Interbase. Dan contoh yang lainnya adalah Sybase, DB2, Informix, FoxPro, Clipper, dan lain-lain. Berikut fiktur dan standarisasi yang digunakan pada beberapa contoh DBMS:

2.3 Macam-macam Software
·         Microsoft Access

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2013 yang termasuk kedalam Microsoft Office System 2013.Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.
Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan kedalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

·         Ms SQL Server
Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa queri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di duniabisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream).
Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.
 
·         Oracle
Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bias berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform). Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Padatahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.
·         MySql
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hamper atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.
2.4 Cara menggunakan Microsoft Acces 2007
2.4.1 Membuat Tabel
Untuk membuat tabel terlebih dahulu kita membuka lembar kerja dari microsoft access. Caranya, yaitu:
·         Klik start
·         Pilih all programs
·         Pilih microsoft office
·         Pilih microsoft office access 2007

Atau dengan cara lain:
klik pada icon MS Access 2007 yang ada pada desktop.
Untuk membuat database baru, maka ikuti langkah berikut:
Ø Setelah halaman utama terbuka maka klik blank database, 

Ø ketik nama file dalam kotak File Name.Jika anda tidak mengetik apapun, Access akan menambahkannya untuk anda. Lokasi file bawaannya adalah sebagai berikut : Microsoft Windows Vista c:\Users\user name\Documents atau Microsoft Windows Server 2003 atau Microsoft Windows XP c:\Documents and Settings\user name\My Documents.
Ø Untuk mengubah lokasi penyimpanan file, klik Browse di sebelah kotak fileName, anda bisa memilih lokasi yang baru, dan kemudian klik OK.

Ø Klik create

Untuk membuat tabel lakukan langkah berikut:
ü Pilih view, lalu klik design view.
ü Isikan nama tabel, lalu klik ok.
ü Isi nama field, lalu tentukan tipe datanya. Selanjutnya tentukan ukuran field pada kolom dibawahnya.

Keterangan:
Field Name Fungsinya untuk memasukkan nama-nama field dari suatu tabel.
Data Type :
Text : Merupakan tipe data yang sering digunakan ( Alfabetic dan Numeric). Panjang maksimumnya 255.
Number : Hanya digunakan untuk menyimpan data numerik.
Date/Time : Digunakan untuk menyimpan nilai tanggal dan jam. Panjang maksimumnya 8 karakter.
Memo : Mampu menampung nilai sampai 65535 karakter.
Currency : Sering digunakan untuk nilai mata uang.
AutoNumber Berisi angka urut yang sudak ditetapkan oleh Access yang muncul secara otomatis dan nilainya tidak dapat diubah
Yes/No : Berisi dua nilai saja yaitu Yes/No atau True/false dan On/Off.
OLE Object : Digunakan untuk eksternal objek. Misalnya gambar,suara, dan sebagainya.
Hyperlink : Gabungan dari Text dan Numerik yang disimpan dalam bentuk Text. Digunakan untuk manyimpan pointer ke situs web.
Lookup Wizard : Untuk memilih sebuah nilai dari tabel lain atau List Box atau Combo Box.
ü Setelah selesai, simpan tabel, klik ikon save atau tombol Ctrl+S.
ü Untuk mengisi tabel ketikan data – data yang diperlukan sesuai dengan fieldnya. Setelah selesai simpan data tersebut.

2.4.2 Membuat Query
Query bisa diartikan sebagai pernyataan atau permintaan untuk memproses table yang ada.
Untuk membuat Query lakukan langkah – langkah sebagai berikut:
Ø Pilih Create, klik Query Wizard.

Ø Kemudian pilih Simple Query Wizard, lalu klik ok.
Ø Selanjutnya pilih tabel, lalu pilih field yang akan digunakan, lalu klik tombol >. Selanjutnya klik nextberikutnya isi judul query dan klik finish.

2.4.3 Membuat Form
Untuk membuat form, maka ikuti langkah berikut:
·         Pilih menu create
·         Klik form
·         Selanjutnya akan muncul sebuah form yang berisi tabel – tabel berdasarkan relasinya. Untuk melihat data selanjutnya, klik ikon next yang terletak pada bagian bawah halaman.

Untuk menambah, mengubah, dan menghapus data melalui form, lakukanlah langkah – langkah berikut:
·         Klik formatklik view, lalu pilih form view.
·         Untuk menambah data. Pada tab home, klik new, ketikan data baru pada form, lalu kliksave.
·         Untuk mengubah data. Pilih record yang akan diubah, lalu ubah datanya, kemudian kliksave.
·         Untuk menghapus data. Pilih record yang akan dihapus, lalu klik tanda panah pada delete, lalu pilih delete record. Selanjutnya klik yes pada konfirmasi yang muncul
2.4.3        Membuat dan Mencetak Laporan ( Report )
Untuk membuat report maka ikuti langkah berikut:
Ø Pada tab create, klik report.
Ø Maka akan tampil halaman report.
Ø Untuk mencetak, pada tab home pilih view, kemudian klik print preview. Selanjutnya atur halaman cetak, lalu klik print.


Kesimpulan
            Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lain nya. Basisdata tersimpan di perangkat keras serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak pendefisian basis data meliputu spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau infiormasi. dapat mengetahui apa itu data base, mengetahui sejarah data base, apa saja software ataupun perangkat-perangkat lunak yang digunakan untuk membuat database, kegunaan dbms, ddl, dan dapat mengetahui bagaimana cara membuat data base